Rabu, 18 Agustus 2010

antara aku dan kau (4)

Mengalah pada kenyataan buatku sesal tak berdaya. Seperti kehilanganmu kini. Tidak dapatkah sebuah permohonan kecil dariku tersampaikan untuk dijawab? Lelah tanpa bersandar. Tak kutemukan hakikat diri yang selama ini kucari. Mataku berkeliling berharap cemas. 'Ada kau disana? Ada kau disana? Menantiku..menantiku.. ' suara-suaramu terdengar jelas di hatiku, mencari. Keberadaanmu memanggilku. Tapi dimana? Mataku kasat. Pandanganku jauh menembus dimensi orang-orang hidup. Menelusuri lekuk-lekuk bentuk. Membuka selubung-selubung yang bisa jadi menyembunyikanmu. Bolehkah ku berlari dari kenyataan? Menjauhi keriuhan yang datang silih berganti mendekapku. Seperti ruang memberi kebebasan bergerak. Seperti udara yang bebas kuhirup. Aku menderu bagai angin memutar mencari celah melalui..dan tetap tak kudapati kau dimana pun jua.




----------



Aku bisa melihatmu, duhai Kekasihku. Geletar rasamu tidak dapat kau tutupi dari jiwaku, yang acapkali menyebut-nyebut namamu. Aku hampir mati gelisah, lihatmu resah. Aku memandangmu dari kejauhan yang kau sangkakan jauh, padahal dekat. Aku membisikkan kata-kata yang selama ini aku yakini, adalah satu makna dengan adamu. Sedang kau bertubi-tubi, berlari-lari hingga ke ujung dimensi yang tetap tidak akan menjangkau aku. Sepanjang hayatku berbicara, hanya denganmulah aku merasakan detik-detik kesanggupan. Bahkan dunia yang melarang kita bertemu, tidak dapat menyatakan alasannya mengapa- dan kenapa. Kamu mati, maka masihkah ada alasanku untuk terus hidup? Melakoni hidup yang sementara inilah, darah yang mengalir di sepanjang pembuluh nadiku, terus menerus meneriakkan namamu. Jika sebuah kisah adalah indah untuk diceritakan, tak dapatkah kisah kita menjadi salah satunya? Seperti aku menyatakan seberapa jauhnya aku darimu, adalah cara kita untuk dipersatukan kembali; atau dapatkah sesuatu yang disebut satu bernafas dari dua jiwa yang terpisah?

Selasa, 20 Juli 2010

Sajak Bercinta

SAJAK BERCINTA




---


kupikir ku telah melakukannya
sentuhan jari telunjuk pada bibirmu yang basah
tatapan mata mulai mengerang
badanmu pun meliuk-liuk ibarat sungai rindukan gejolak air di dalamnya
seolah yang terjadi pada dirimu, bukan dirimu
pagutan -pagutan liar


1. malam memberi tanda
waktunya tiba
saat kau aku berdua
menatap saling mengeja
mengerjap satusatu
aku pun luruh di tubuhmu
melemah tiada raga
jiwaku bergelora
hembuskan nafas tertahan
satu satu kumenyatu
lenguhku



2. inikah surga?
mengapa dunia disebut jahat?
sedang dapat kunikmat sejadi-jadinya
aku bagai malaikat,
ataukah si jahat?
biarlah
biarkan azan berkumandang
serapahiku melanglang bagai binatang
ada sanggah dalam dada
ada yang tertahan, tak mampu kucapai
dan hendak terlepas
buas
bebas mengganas
jauh dari sadarku
masihkah aku di dunia?
ini surga


3. dalam satu hembusan dan tarikan
kau telah jadikanku utuh
lebih dari beribu-ribu kata puji yang pernah aku dapat
lebih dari ratusan kemenangan yang pernah aku raih
lebih dari segala keberhasilan yang pernah aku gapai
merunutnya bahkan
akan menjatuhkanku dari ketinggian
meremukkan
dan satu hembusan lagi
aku akan hidup lebih lama dari manusia tertua yang pernah ada
dan satu tarikan lagi
aku akan jatuh dan tak akan terbangun dari lelapnya mimpi-mimpi indahku
bersamamu


4. malaikat pernah membisikkannya di telingaku
aku yakin tadi malam itu bukan mimpi
lenganku masih hangat dari dekapmu semalaman
kau telah tertidur, lelap
sedikit menggeliat
itulah mimpi yang aku harap
menjagamu hingga kau terlelap
dan bukan sekali ini saja, tapi seterusnya dan untuk selamanya

Minggu, 27 Juni 2010

: manusia itu kita (2)

:manusia itu kita


ada yang suka damai,
ada yang suka perkara

ada yang lebih baik menunggu,
ada yang langsung menyerbu

ada yang tahan berkata-kata,
ada yang menjeritkan kata-kata sia

ada yang mencukur alis dan menggambarnya,
ada yang mempertebal alis dengan mencukurnya

ada yang tidak peduli dengan urusan orang lain,
ada yang mencari tahu kebiasaan orang lain 'tuk digunjingkan

ada yang takut mati,
ada yang enggan hidup

ada yang memberi dengan hati,
ada yang memberi berharap budi

ada yang menangis untuk bangsa dan negaranya,
ada yang menawarkan jasa kepada penjajah

ada yang sekolah cari ilmu,
ada yang sekolah
numpang duduk

ada yang makan numpang tangan,
ada yang tidur numpang alas

ada yang berbahagia lupa teman,
ada yang bersedih ingat saudara

ada yang berkumpul di meja makan,
ada yang berkumpul cukup di acara tahunan

ada yang sukanya diam ternyata menyimak,
ada yang bisanya diam dan nunggu beranak

ada yang menopang dagu arogansikan diri, ada yang mengangkat dagu mencari ilahi

ada yang sudah berdiri takut melangkah,
ada yang belum bisa berdiri dan menyeret kakinya,

ada yang bangun kesiangan,
ada yang tidur kemalaman

ada yang cepat lelah untuk kebaikan,
ada yang membutuhkan kebaikan sebagai nafas hidupnya

ada yang merekam kisah hidupnya lewat kata-kata,
ada yang memutarnya kembali dengan membacanya

ada yang memeluk untuk menikam,
ada yang mencambuk sebab peduli

ada yang belum lahir pada saat masih hidup,
ada yang belum mati pada saat dia berjasa

seperti ada yang hendak terlupa

banyak yang tergesa-gesa
dengan buruan dan topi tanpa kepala itu

mengundi sebuah permainan tuk dimainkan,
diselesaikan seadanya, dan dilanjutkan dengan gagasan baru

ada pengikut
ada penyikut
juga ada yang numpang tersangkut
padahal tidak ada yang tahu
apa yang akan
menanti mereka
disana

begitupun waktu
lupa kenapa harus berputar
menunjuk di tiap angka
maka kau sangka
waktu lupa amanah,
lupa tuk melangkah?

hingga kau mengongkang-ongkang kaki sambil menghisap cerutu

padahal belum pernah paru-parumu bersetubuh dengan asap nikotin

m e s k i

berhasil juga kau melampauinya, dengan sedikit terbatuk dan menahan kantuk

tetapi apa?
seperti ada yang hendak terlupa



bahwa kesanggupan manusia berada di ambang

:mau
atau tidak

:ragu
atau sejak


seperti peristiwa kelahiranmu yang tertunda.

i won't dressed up, till u said so

I wont dressed up like a woman who run in jungle
to find the lost treasury

from the womb of my mom
now i got my destination
through living
kiss the light of love

separate me from the darkness
i wont lost my hunger of bitter
i was the laughter
start singing for you


'I wont dressed up like a baby born
though many kind sitting at my torn

i wont dressed up
i wont dressed
up

which make me looks silly
so they could beat me at the rally

cause the winner wont break a thing
it should give something

I wont dressed up
like a statue
wont be unnecessary of you

so no need to be drawned so bad
there's no even dread

let's dressed up like an adorable queen
let's show we're just sixteen

there's nothing to worry
there's nothing to be sorry

then
I'll show up
with the dress
which make me i'm best

i wont dressed up, i wont
till u said so

when these sanity gonna over

when these sanity gonna over?
pick up us go to fever

travelling you and me
beyond the sky
to meet the moon and billions of stars

when these sanity
will brought us back
from our deep desire of regret
please hold my hand tighten
please beside me closer
dont give us space between
to take us back
what we've been

when these memories
vanished our existence?
could our love story longer than the old steel
everlasting as the pure gold

cos u brought me back to live
u're all of the gift
i believe,
yes, it's u i believe

when the night could hold a moment, spare time to be share?
then we twist our smile
forget what happen for a while

could i ask for much longer
could the time
walk a little slower
could the bus
forget to move on
so we can walk passes beside
then laughing bout the arogant night

tell me what had happened
tell me when these sanity
is gonna over
so i can leave
within the harmony,


tell me.

jangan kata kuhanya cuci muka

tiap berfoto ria

jangan kata
ku hanya cuci muka

memang tampilku
gaya asia
pulasan indonesia

tanpa make up
bedak pun sepoles

tak perlu gincu
bibir sudah berwarna dadu

alis berbentuk terbaliknya perahu
sudah cukup lugas, pikirku

jangan, jangan
jangan kau sangka palsu

wajah ini
tak dapat ditiru
dipermak hanya rugikanku

wajah alami
tanpa make up
tampilan apa adanya

dipermak hanya rugikanku
wajah ini tak dapat ditiru

jangan, jangan
jangan kau sangka palsu
sudah cukup lugas pikirku,
alis berbentuk terbaliknya perahu


bibir sudah berwarna dadu
tak perlu gincu
bedak pun sepoles

tanpa make up
pulasan indonesia

gaya asia
memang tampilku

jangan kata
ku hanya cuci muka
tiap berfoto ria