Mengalah pada kenyataan buatku sesal tak berdaya. Seperti kehilanganmu kini. Tidak dapatkah sebuah permohonan kecil dariku tersampaikan untuk dijawab? Lelah tanpa bersandar. Tak kutemukan hakikat diri yang selama ini kucari. Mataku berkeliling berharap cemas. 'Ada kau disana? Ada kau disana? Menantiku..menantiku.. ' suara-suaramu terdengar jelas di hatiku, mencari. Keberadaanmu memanggilku. Tapi dimana? Mataku kasat. Pandanganku jauh menembus dimensi orang-orang hidup. Menelusuri lekuk-lekuk bentuk. Membuka selubung-selubung yang bisa jadi menyembunyikanmu. Bolehkah ku berlari dari kenyataan? Menjauhi keriuhan yang datang silih berganti mendekapku. Seperti ruang memberi kebebasan bergerak. Seperti udara yang bebas kuhirup. Aku menderu bagai angin memutar mencari celah melalui..dan tetap tak kudapati kau dimana pun jua.
----------
Aku bisa melihatmu, duhai Kekasihku. Geletar rasamu tidak dapat kau tutupi dari jiwaku, yang acapkali menyebut-nyebut namamu. Aku hampir mati gelisah, lihatmu resah. Aku memandangmu dari kejauhan yang kau sangkakan jauh, padahal dekat. Aku membisikkan kata-kata yang selama ini aku yakini, adalah satu makna dengan adamu. Sedang kau bertubi-tubi, berlari-lari hingga ke ujung dimensi yang tetap tidak akan menjangkau aku. Sepanjang hayatku berbicara, hanya denganmulah aku merasakan detik-detik kesanggupan. Bahkan dunia yang melarang kita bertemu, tidak dapat menyatakan alasannya mengapa- dan kenapa. Kamu mati, maka masihkah ada alasanku untuk terus hidup? Melakoni hidup yang sementara inilah, darah yang mengalir di sepanjang pembuluh nadiku, terus menerus meneriakkan namamu. Jika sebuah kisah adalah indah untuk diceritakan, tak dapatkah kisah kita menjadi salah satunya? Seperti aku menyatakan seberapa jauhnya aku darimu, adalah cara kita untuk dipersatukan kembali; atau dapatkah sesuatu yang disebut satu bernafas dari dua jiwa yang terpisah?
Rabu, 18 Agustus 2010
Selasa, 20 Juli 2010
Sajak Bercinta
SAJAK BERCINTA
---
kupikir ku telah melakukannya
sentuhan jari telunjuk pada bibirmu yang basah
tatapan mata mulai mengerang
badanmu pun meliuk-liuk ibarat sungai rindukan gejolak air di dalamnya
seolah yang terjadi pada dirimu, bukan dirimu
pagutan -pagutan liar
1. malam memberi tanda
waktunya tiba
saat kau aku berdua
menatap saling mengeja
mengerjap satusatu
aku pun luruh di tubuhmu
melemah tiada raga
jiwaku bergelora
hembuskan nafas tertahan
satu satu kumenyatu
lenguhku
2. inikah surga?
mengapa dunia disebut jahat?
sedang dapat kunikmat sejadi-jadinya
aku bagai malaikat,
ataukah si jahat?
biarlah
biarkan azan berkumandang
serapahiku melanglang bagai binatang
ada sanggah dalam dada
ada yang tertahan, tak mampu kucapai
dan hendak terlepas
buas
bebas mengganas
jauh dari sadarku
masihkah aku di dunia?
ini surga
3. dalam satu hembusan dan tarikan
kau telah jadikanku utuh
lebih dari beribu-ribu kata puji yang pernah aku dapat
lebih dari ratusan kemenangan yang pernah aku raih
lebih dari segala keberhasilan yang pernah aku gapai
merunutnya bahkan
akan menjatuhkanku dari ketinggian
meremukkan
dan satu hembusan lagi
aku akan hidup lebih lama dari manusia tertua yang pernah ada
dan satu tarikan lagi
aku akan jatuh dan tak akan terbangun dari lelapnya mimpi-mimpi indahku
bersamamu
4. malaikat pernah membisikkannya di telingaku
aku yakin tadi malam itu bukan mimpi
lenganku masih hangat dari dekapmu semalaman
kau telah tertidur, lelap
sedikit menggeliat
itulah mimpi yang aku harap
menjagamu hingga kau terlelap
dan bukan sekali ini saja, tapi seterusnya dan untuk selamanya
---
kupikir ku telah melakukannya
sentuhan jari telunjuk pada bibirmu yang basah
tatapan mata mulai mengerang
badanmu pun meliuk-liuk ibarat sungai rindukan gejolak air di dalamnya
seolah yang terjadi pada dirimu, bukan dirimu
pagutan -pagutan liar
1. malam memberi tanda
waktunya tiba
saat kau aku berdua
menatap saling mengeja
mengerjap satusatu
aku pun luruh di tubuhmu
melemah tiada raga
jiwaku bergelora
hembuskan nafas tertahan
satu satu kumenyatu
lenguhku
2. inikah surga?
mengapa dunia disebut jahat?
sedang dapat kunikmat sejadi-jadinya
aku bagai malaikat,
ataukah si jahat?
biarlah
biarkan azan berkumandang
serapahiku melanglang bagai binatang
ada sanggah dalam dada
ada yang tertahan, tak mampu kucapai
dan hendak terlepas
buas
bebas mengganas
jauh dari sadarku
masihkah aku di dunia?
ini surga
3. dalam satu hembusan dan tarikan
kau telah jadikanku utuh
lebih dari beribu-ribu kata puji yang pernah aku dapat
lebih dari ratusan kemenangan yang pernah aku raih
lebih dari segala keberhasilan yang pernah aku gapai
merunutnya bahkan
akan menjatuhkanku dari ketinggian
meremukkan
dan satu hembusan lagi
aku akan hidup lebih lama dari manusia tertua yang pernah ada
dan satu tarikan lagi
aku akan jatuh dan tak akan terbangun dari lelapnya mimpi-mimpi indahku
bersamamu
4. malaikat pernah membisikkannya di telingaku
aku yakin tadi malam itu bukan mimpi
lenganku masih hangat dari dekapmu semalaman
kau telah tertidur, lelap
sedikit menggeliat
itulah mimpi yang aku harap
menjagamu hingga kau terlelap
dan bukan sekali ini saja, tapi seterusnya dan untuk selamanya
Minggu, 27 Juni 2010
: manusia itu kita (2)
:manusia itu kita
ada yang suka damai,
ada yang suka perkara
ada yang lebih baik menunggu,
ada yang langsung menyerbu
ada yang tahan berkata-kata,
ada yang menjeritkan kata-kata sia
ada yang mencukur alis dan menggambarnya,
ada yang mempertebal alis dengan mencukurnya
ada yang tidak peduli dengan urusan orang lain,
ada yang mencari tahu kebiasaan orang lain 'tuk digunjingkan
ada yang takut mati,
ada yang enggan hidup
ada yang memberi dengan hati,
ada yang memberi berharap budi
ada yang menangis untuk bangsa dan negaranya,
ada yang menawarkan jasa kepada penjajah
ada yang sekolah cari ilmu,
ada yang sekolah
numpang duduk
ada yang makan numpang tangan,
ada yang tidur numpang alas
ada yang berbahagia lupa teman,
ada yang bersedih ingat saudara
ada yang berkumpul di meja makan,
ada yang berkumpul cukup di acara tahunan
ada yang sukanya diam ternyata menyimak,
ada yang bisanya diam dan nunggu beranak
ada yang menopang dagu arogansikan diri, ada yang mengangkat dagu mencari ilahi
ada yang sudah berdiri takut melangkah,
ada yang belum bisa berdiri dan menyeret kakinya,
ada yang bangun kesiangan,
ada yang tidur kemalaman
ada yang cepat lelah untuk kebaikan,
ada yang membutuhkan kebaikan sebagai nafas hidupnya
ada yang merekam kisah hidupnya lewat kata-kata,
ada yang memutarnya kembali dengan membacanya
ada yang memeluk untuk menikam,
ada yang mencambuk sebab peduli
ada yang belum lahir pada saat masih hidup,
ada yang belum mati pada saat dia berjasa
ada yang suka damai,
ada yang suka perkara
ada yang lebih baik menunggu,
ada yang langsung menyerbu
ada yang tahan berkata-kata,
ada yang menjeritkan kata-kata sia
ada yang mencukur alis dan menggambarnya,
ada yang mempertebal alis dengan mencukurnya
ada yang tidak peduli dengan urusan orang lain,
ada yang mencari tahu kebiasaan orang lain 'tuk digunjingkan
ada yang takut mati,
ada yang enggan hidup
ada yang memberi dengan hati,
ada yang memberi berharap budi
ada yang menangis untuk bangsa dan negaranya,
ada yang menawarkan jasa kepada penjajah
ada yang sekolah cari ilmu,
ada yang sekolah
numpang duduk
ada yang makan numpang tangan,
ada yang tidur numpang alas
ada yang berbahagia lupa teman,
ada yang bersedih ingat saudara
ada yang berkumpul di meja makan,
ada yang berkumpul cukup di acara tahunan
ada yang sukanya diam ternyata menyimak,
ada yang bisanya diam dan nunggu beranak
ada yang menopang dagu arogansikan diri, ada yang mengangkat dagu mencari ilahi
ada yang sudah berdiri takut melangkah,
ada yang belum bisa berdiri dan menyeret kakinya,
ada yang bangun kesiangan,
ada yang tidur kemalaman
ada yang cepat lelah untuk kebaikan,
ada yang membutuhkan kebaikan sebagai nafas hidupnya
ada yang merekam kisah hidupnya lewat kata-kata,
ada yang memutarnya kembali dengan membacanya
ada yang memeluk untuk menikam,
ada yang mencambuk sebab peduli
ada yang belum lahir pada saat masih hidup,
ada yang belum mati pada saat dia berjasa
seperti ada yang hendak terlupa
banyak yang tergesa-gesa
dengan buruan dan topi tanpa kepala itu
mengundi sebuah permainan tuk dimainkan,
diselesaikan seadanya, dan dilanjutkan dengan gagasan baru
ada pengikut
ada penyikut
juga ada yang numpang tersangkut
padahal tidak ada yang tahu
apa yang akan
menanti mereka
disana
begitupun waktu
lupa kenapa harus berputar
menunjuk di tiap angka
maka kau sangka
waktu lupa amanah,
lupa tuk melangkah?
hingga kau mengongkang-ongkang kaki sambil menghisap cerutu
padahal belum pernah paru-parumu bersetubuh dengan asap nikotin
m e s k i
berhasil juga kau melampauinya, dengan sedikit terbatuk dan menahan kantuk
tetapi apa?
seperti ada yang hendak terlupa
bahwa kesanggupan manusia berada di ambang
:mau
atau tidak
:ragu
atau sejak
seperti peristiwa kelahiranmu yang tertunda.
dengan buruan dan topi tanpa kepala itu
mengundi sebuah permainan tuk dimainkan,
diselesaikan seadanya, dan dilanjutkan dengan gagasan baru
ada pengikut
ada penyikut
juga ada yang numpang tersangkut
padahal tidak ada yang tahu
apa yang akan
menanti mereka
disana
begitupun waktu
lupa kenapa harus berputar
menunjuk di tiap angka
maka kau sangka
waktu lupa amanah,
lupa tuk melangkah?
hingga kau mengongkang-ongkang kaki sambil menghisap cerutu
padahal belum pernah paru-parumu bersetubuh dengan asap nikotin
m e s k i
berhasil juga kau melampauinya, dengan sedikit terbatuk dan menahan kantuk
tetapi apa?
seperti ada yang hendak terlupa
bahwa kesanggupan manusia berada di ambang
:mau
atau tidak
:ragu
atau sejak
seperti peristiwa kelahiranmu yang tertunda.
i won't dressed up, till u said so
I wont dressed up like a woman who run in jungle
to find the lost treasury
from the womb of my mom
now i got my destination
through living
kiss the light of love
separate me from the darkness
i wont lost my hunger of bitter
i was the laughter
start singing for you
'I wont dressed up like a baby born
though many kind sitting at my torn
i wont dressed up
i wont dressed
up
which make me looks silly
so they could beat me at the rally
cause the winner wont break a thing
it should give something
I wont dressed up
like a statue
wont be unnecessary of you
so no need to be drawned so bad
there's no even dread
let's dressed up like an adorable queen
let's show we're just sixteen
there's nothing to worry
there's nothing to be sorry
then
I'll show up
with the dress
which make me i'm best
i wont dressed up, i wont
till u said so
to find the lost treasury
from the womb of my mom
now i got my destination
through living
kiss the light of love
separate me from the darkness
i wont lost my hunger of bitter
i was the laughter
start singing for you
'I wont dressed up like a baby born
though many kind sitting at my torn
i wont dressed up
i wont dressed
up
which make me looks silly
so they could beat me at the rally
cause the winner wont break a thing
it should give something
I wont dressed up
like a statue
wont be unnecessary of you
so no need to be drawned so bad
there's no even dread
let's dressed up like an adorable queen
let's show we're just sixteen
there's nothing to worry
there's nothing to be sorry
then
I'll show up
with the dress
which make me i'm best
i wont dressed up, i wont
till u said so
when these sanity gonna over
when these sanity gonna over?
pick up us go to fever
travelling you and me
beyond the sky
to meet the moon and billions of stars
when these sanity
will brought us back
from our deep desire of regret
please hold my hand tighten
please beside me closer
dont give us space between
to take us back
what we've been
when these memories
vanished our existence?
could our love story longer than the old steel
everlasting as the pure gold
cos u brought me back to live
u're all of the gift
i believe,
yes, it's u i believe
when the night could hold a moment, spare time to be share?
then we twist our smile
forget what happen for a while
could i ask for much longer
could the time
walk a little slower
could the bus
forget to move on
so we can walk passes beside
then laughing bout the arogant night
tell me what had happened
tell me when these sanity
is gonna over
so i can leave
within the harmony,
tell me.
pick up us go to fever
travelling you and me
beyond the sky
to meet the moon and billions of stars
when these sanity
will brought us back
from our deep desire of regret
please hold my hand tighten
please beside me closer
dont give us space between
to take us back
what we've been
when these memories
vanished our existence?
could our love story longer than the old steel
everlasting as the pure gold
cos u brought me back to live
u're all of the gift
i believe,
yes, it's u i believe
when the night could hold a moment, spare time to be share?
then we twist our smile
forget what happen for a while
could i ask for much longer
could the time
walk a little slower
could the bus
forget to move on
so we can walk passes beside
then laughing bout the arogant night
tell me what had happened
tell me when these sanity
is gonna over
so i can leave
within the harmony,
tell me.
jangan kata kuhanya cuci muka
tiap berfoto ria
jangan kata
ku hanya cuci muka
memang tampilku
gaya asia
pulasan indonesia
tanpa make up
bedak pun sepoles
tak perlu gincu
bibir sudah berwarna dadu
alis berbentuk terbaliknya perahu
sudah cukup lugas, pikirku
jangan, jangan
jangan kau sangka palsu
wajah ini
tak dapat ditiru
dipermak hanya rugikanku
wajah alami
tanpa make up
tampilan apa adanya
dipermak hanya rugikanku
wajah ini tak dapat ditiru
jangan, jangan
jangan kau sangka palsu
sudah cukup lugas pikirku,
alis berbentuk terbaliknya perahu
bibir sudah berwarna dadu
tak perlu gincu
bedak pun sepoles
tanpa make up
pulasan indonesia
gaya asia
memang tampilku
jangan kata
ku hanya cuci muka
tiap berfoto ria
jangan kata
ku hanya cuci muka
memang tampilku
gaya asia
pulasan indonesia
tanpa make up
bedak pun sepoles
tak perlu gincu
bibir sudah berwarna dadu
alis berbentuk terbaliknya perahu
sudah cukup lugas, pikirku
jangan, jangan
jangan kau sangka palsu
wajah ini
tak dapat ditiru
dipermak hanya rugikanku
wajah alami
tanpa make up
tampilan apa adanya
dipermak hanya rugikanku
wajah ini tak dapat ditiru
jangan, jangan
jangan kau sangka palsu
sudah cukup lugas pikirku,
alis berbentuk terbaliknya perahu
bibir sudah berwarna dadu
tak perlu gincu
bedak pun sepoles
tanpa make up
pulasan indonesia
gaya asia
memang tampilku
jangan kata
ku hanya cuci muka
tiap berfoto ria
Langganan:
Postingan (Atom)